Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 17 Maret 2014


 
(Sumber gambar : http://fc07.deviantart.net/fs26/i/2008/041/7/9/Old_book_cover1a_by_GeneralVyse.jpg)


Bab I. Pendahuluan
1). Ekologi berasal dari kata oikos dan logos. Oikos artinya rumah atau tempat tinggal dan logos adalah ilmu. Secara istilah ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan sesamanya serta dengan lingkungannya.

2). Ekologi hutan mengkaji mengenai hubungan timbale balik pada makhluk hidup yang tinggal di hutan dan bagaimana hubungannya dengan lingkungannya. Ekologi hutan merupakan ilmu  Intergratif ( Penghubung) yang menghubungkan antara ilmu dasar dengan ilmu terapan.Dalam kajian ilmu kehutanan contoh ilmu dasar adalah  dendrology, ilmu tanah, geografi tumbuhan, klimatologi , dsb lalu ilmu terapan contohnya Silvikultur, Pemanenan Hutan, Perencanaan Hutan, Pengelolaan Hutan, dsb.

3). Kajian Ekologi Hutan dibagi menjadi dua yaitu Autekologi dan Sinekologi. Autekologi mempelajari pengaruh satu faktor lingkungan terhadap satu atau lebih organism. Contohnya pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan Jati. Sementara itu Sinekologi mempelajari Ekosistem itu sendiri dan lebih kompleks dari Autekologi. Contohnya pengaruh keadaan iklim terhadap perbedaan komposisi dan struktur ekosistem hutan.


Bab II dan III. Ekosistem

1). Ekosistem (Biogeocoenosis) merupakan hubungan timbale balik antara komponen biotic (biocoenosis) dan abiotik (geocoenosis) guna mempertukarkan zat di dalamnya.Komponen biotic contohnya hewan, manusia, tumbuhan dan abiotik contohnya cahaya matahari, udara, kelembapan, dsb.

2).Dari segi trofik yang dilihat dari cara pembuatan makanannya ekosistem terdiri dari dua komponen yaitu autotrofik dan heterotrofik. Autotrofik yang mampu membuat makanan sendiri sehingga menjadi produsen dan heterotrofik yang  tidak mampu membuat makanan sendiri sehingga membutuhkan organism autotrofik yang disebut sebagai konsumen. Organisme Hetrotrofik dibagi menjadi dua yaitu “biophage” yang mengonsumsi organism lainnya dan “saprophage” yang mengurai bahan-bahan organic yang telah mati.

3).Dari segi penyusunnya maka ekosistem terdiri dari komponen abiotik, produsen, konsumen dan pengurai. Konsumen dapat dibedakan menjadi Konsumen I yang berupah hewan-hewan herbivore, konsumen II  berupa hewan karnivora dan omnivore, konsumen III merupakan top consumer yang merupakan hewan karnivora serta omnivore dan yang terakhir adalah parasit, scravenger dan saprobe.

4).Untuk tujuan deskriptif ekosistem terdiri dari bahan-bahan dan senyawa organic, iklim, produen,konsemen makro phagothroph yang memakan organism lain dan konsumen sapotroph dan osmotroph yang bersifat mengurai bahan-bahan organic sehingga bermanfaat untuk produsen.

5).Mengapa ekosistem hutan berbeda-beda ? Hal  itu disebabkan oleh faktor kilmatis (iklim) dan edafis (tanah) serta faktor perbedaan geografis seperti perbedaan ketinggian tempat.

6).Secara umum ekosistem dibagi menjadi dua yaitu ekosistem terrestrial (darat) dan perairan (aquatic). Sementara itu berdasarkan pembentukannya dibagi menjadi dua yaitu ekosistem alami dan buatan.

7).Ekosistem memiliki operasi kerja yaitu radiasi-fotosintesis (bahan anorganik-organik)-konsumen(memanfaatkan bahan organic)- pengurai (bahan organic-bahan anorganik).

8).Dalam ekologi terdapat istilah ekologi niche. Niche merupakan peran makhluk hidup dalam suatu habitat, ekologi niche merupakan peranan semua unsure-unsur dalam ekosistem baik unsure biotic maupun abiotik.

9).Dalam ekosistem terdapat rantai pangan yang terdiri atas : 1).Rantai pemangsa (hewan kecil ke hewan terbesar), 2).Rantai parasit (organism besar ke organism kecil),3).Rantai Saprofit / Detritifor (organism mati ke mikrorganisme).

10).Pada ekosistem terdapat tingkat trofik. Untuk memudahkan mengukur tingkat trofik maka gunakan rumus (n+1), maksudnya apabila suatu organism konsumen I maka dia tingkat trofik 2, kalau kinsmen tingkat III maka dia tingkat trofik 4, kalau produsen maka tingkat trofik I.

11). Dalam penyimpanan energy dikenal produktivitas primer atau kecepatan penyimpanan energy oleh organism. Produktivitas primer satuannya yaitu : Ton/ha/th (dry weight) atau Kal/ha/th (Ash free dry weight).

12).Produktivitas primer dibagi menjadi dua yaitu produktivitas primer kotor dan bersih. PP  kotor (Asmilasi total) intinya adalah kecepatan total fotosintesis sedangkan PP bersih (Asimilasi bersih) intinya adalah kecepatan penyimpanan bahan-bahan organic untuk respirasi.PP Kotor terkecil adalah di laut terbuka dan terbesar adalah di Estuari & Reefs, sedangkan PP bersih terbesar adalah di hutan Subtropik dan tropic dan yang terkecil adalah di Gurun dan Tundra.

13). Dalam ekosistem terdapat siklus biogeokimia dan siklus hara. Siklus biogeokimia menyangkut unsur-unsur kimia penting yang mengalami siklus sedangkan siklus hara berkaitan dengan siklus unsur dan senyawa-senyawa anorganik penting penunjang kehidupan.Siklus biogeokimia dibagi menjadi dua yaitu tipe gas (siklus karbon dan nitrogen) dan tipe sedimen (fosfor).Baik siklus biogeokimia ataupun siklus hara terdapat dua pool yaitu Reservoir pool (besar,lambat bergerak) dan Exchange pool (kecil, cepat).

Bab IV. Hutan Sebagai Komunitas Tumbuhan
1). Komunitas merupakan interaksi antara populasi dengan populasi, sehingga pada bab ini akan dibahas mengenai interaksi antara populasi tumbuhan dari berbagai jenis di hutan.

2). Interaksi komunitas tumbuhan terdiri dari netralisme (tak ada yang untung tak ada yang rugi), persaingan (antara dua individu yang berbeda atau sama untuk mendapatkan kebutuhan hidup), amensalisme (pengaruh merugikan dari satu tumbuhan kepada tumbuhan lain atau allelopathy) , kommensalisme (individu satu untung dan yang lain tidak rugikan),parasitisme (individu satu untung dan yang lain dirugikan), protokooperasi (awal evolusi sebelum mutualisme), dan mutualisme (saling menguntungkan).

3). Persaingan termasuk juga allelopathy pada komunitas tumbuhan menyebabkan adanya Stratifikasi.Stratifikasi ini terdiri dari 3 stratum yaitu stratum A, B, dan C. Stratum A merupakan lapisan teratas dengan tinggi pohon lebih dari 30 m, memiliki tajuk yang tak beraturan,batang bersih dari cabang (clear bale tinggi) dan bersifat semi toleran. Stratum B memiliki tinggi pohon 20-30 m, tajuk beraturan, batang banyak cabang sehingga clear bale tak terlalu tinggi dan toleran. Stratum C memiliki tinggi pohon 4-20m, tajuk beraturan, pohon rendah kecil cabang banyak, dan toleran.

Bab V. Hubungan Masyarakat Tumbuhan dengan Lingkunganya

1). Lingkungan merupakan system yang kompleks, berbagai factor berpengaruh timbale balik. Pada lingkungan terdapat toleransi makhluk hidup dengan lingkungannya yaitu “ 1). Steno (toleransi sempit) dan 2). Eury (toleransi luas). Toleransi sempit misalnya suatu organism hanya bisa hidup pada suhu 10-15 derajat, toleransi luas misalnya suatu organism bisa hidup hampir di setiap tipe habitat seprti burung walet Linchi.

2). Pada lingkungan terdapat dua factor yaitu factor abiotik dan biotik.

3). Faktor abiotik terdiri dari : 1). Iklim. Iklim terbagi menjadi dua yaitu iklim mikro (iklim untuk ruang terbatas) dan iklim makro (iklim untuk ruang yang lebih luas). Iklim menurut Schimdt-Fergusson dihitung berdasar pembagian jumlah bulan kering (curah hujan kurang dari 60 mm ) dengan jumlah bulan basa ( curah hujan lebih dari 100 mm), 2). Letak geografis (Letak geografis,topografi, geografi dan vulkanisme), dan 3). Edafis (Jenis tanah, sifat fisik tanah,sifat kimia (pH, mineral, dsb), sifat-sifat biotis dan erosifitas serta erodibilitas).

4). Faktor biotic terdiri dari manusia, hewan dan tumbuhan.

5). Berdasarkan hubungan tumbuhan dengan kecepatan transpirasi maka tumbuhan dibagi menjadi tiga yaitu : 1). Tumbuhan yang penguapannya kuat ( 2000 mm/th ), contohnya semak belukar atau belukar, 2). Tumbuhan yang penguapannya sedang (1000-2000 mm/th), contohnya hutan hujan dataran rendah, dan 3). Tumbuhan yang penguapannya lemah ( < 1000 mm/th) , contohnya hutan pegunungan.

6). Berdasrkan adaptasi tumbuhan dengan cahaya maka tumbuhan dibagi menjadi dua yaitu tumbuhan toleran ( Scyophyt) yang merupakan tumbuhan yang tahan hidup di bawah naungan, contohnya Altingia excelsa, Swetinia mahagoni, dan tumbuhan intolerant (Helyophyt) yang membutuhkan banyak cahaya matahari contohnya Acacia mangium,Pinus merkusii, dsb.

7). Berdasarkan reaksi tumbuhan dengan panjang hari maka tumbuhan dibagi menjadi tiga yaitu : 1).Tumbuhan berhari pendek yang berbunga < 12 jam per hari, contohnya ubijalar, arbei, aster. 2). Tumbuhan berhari panjang yang berbunga > 12 jam per hari , contohnya lobak, kentang. 3).Tumbuhan netral yang tidak dipengaruhi panjang hari, contohnya kapas, nanas, tomat,

8).Berdasarkan jenis tanah sebagai media tanah maka tumbuhan dibagi menjadi 4 yaitu : 1). Oxylophytes (tanah asam), 2).Halopythes ( tanah basa), 3).Psammophytes ( tanah pasir), dan 4). Lithophytes ( tanah bebatuan).

9).Berdasarkan kebutuhan terhadap air maka tumbuhan dibagi menjadi 3 yaitu : 1).Hydrophytes (air), 2).Xerophytes ( tempat kering), 3). Mesophytes (tempat lembab).

Bab VI. Dinamika (Suksesi) Masyarakat Tumbuhan.

1). Suksesi  merupakan perubahan yang terus menerus yang ditandai oleh perubahan vegetasi, iklim, dan tanah. Suksesi masyarakat tumbuhan dibagi menjadi dua yaitu suksesi primer (Prisere) yang merupakan perkembangan habitat dari tidak bervegtasi menjadi ada vegetasi dan suksesi sekunder (Subsere) yang merupakan suksesi yang disebabkan karena suksesi normal terganggu atau suksesi yang disebabkan oleh adanya gangguan.

2). Tipe-tipe suksesi yaitu : 1).Hidrosere ( suksesi di habitat basah), 2).Halosere (habitat asin), 3).Xerosere (habitat kering), 4).Psammosere ( habitat pasir),5). Lithosere (permukaan batuan).

3). Tahap-tahap suksesi yaitu : 1).Nudasi(terbukanya penutup tanah), 2).Migrasi (sampainya biji pada habitat terbuka tersebut),3).Ecesis( proses perkecambahan, pertumbuhan dan menetapnya tumbuhan baru),4).Agregasi( tersebar dan berkelompoknya tumbuhan),5).Evolusi ( terbentuknya koloni, asosiasi dan interaksi  tumbuhan),6).Invasi( biji yang dihasilkan bersifat adaptif dan agresif),7).Reaksi (terjadinya perubahan habitat melalui perubahan iklim mikro),8).Stabilitas :  (terbentuknya jenis dominan).9). Klimaks (jenis dominan mempunyai keseimbangan denganlingkungan,habitatrelatifkonstan)

Bab VII. Klasifikasi Vegetasi Hutan

1). Perbedaan vegetasi hutan di daerah tropic disebabkan oleh : 1).Perbedaan iklim, 2). Struktur Hutan, 3). Habitat, dan 4).Suksesi.

2).Klasifikasi hutan di Indonesia kebanyakan menggunakan klasifikasi Van Steeins yang dilihat berdasarkan system klasifikasi alami yaitu melihat perbedaan dari segi iklim (basah dan bermusim), edafis , dan altitudinal.

3). Formasi hutan menurut Van Steins dibagi menjadi dua yaitu berdasar iklim basah dan iklim bermusim. Pada iklim basah yang dipengaruhi oleh pasangsurut air laut adalah hutan mangrove dan yang ada di air tawar adalah hutan rawa (eutrofik), hutan gambut (oligotropik), dan oragnisme rheofit. Pada iklim bermusim pada elevasi < 1000 m disebut hutan monsoon dan elevasi > 1000 m disebut hutan pegunungan. Formasi berdasarkan jenis tanah terdiri dari : 1).elevasi 2-1000 m disebut hutan hujan tropic, 2). Elevasi 1000 – 2400 m disebut hutan hujan pegunungan, dan 3). Elevasi 2400 – 4150 m disebut hutan hujan sub alpin.

4). Beberapa istilah penting  dalam klasifikasi hutan yaitu : 1). Vegetasi ( masyarakat tumbuhan dalam arti luas), 2). Formasi hutan ( satuan vegetasi hutan yang terbesar, ex : formasi hutan pantai, mangrove, dsb), 3).Asosiasi ( satuan dasar dalam klasifikasi), 4). Asosies ( satuan dasar dalam klasifikasi untuk hutan sekunder), 5). Konsosiasi ( varian yang dikuasai satu jenis pohon), 6). Konsosies (varian yang dikuasai satu jenis pohon pada hutan sekunder), 7). Fasiasi ( varian karena topografi berbeda), 8).Losiasi (varian karena edafis berbeda), 9). Ekoton (daerah peralihan yang terdiri dari 2 atau 3 atau lebih asosiasi). Intinya sies = sekunder.
-- Pesan --

Kami sangat mengharapkan Ringkasan Ekologi Hutan ini disebarluaskan kepada teman-teman satu departemn dan satu Fakultas serta teman-teman pada angkatan-angkatan berikutnya hingga seterusnya karena Ringkasan ini insyaAllah termasuk ilmu yang bermanfaat yang akan terus menerus mengalir pahalanya apabila semakin disebarluaskan dan dimanfaatkan, serta ringkasan ini insyaAllah mengandung unsur tolong menolong dalam hal kebaikan mengingat ujian Ekologi Hutan adalah ujian termudah bagi yang rajin dan cerdas belajar.Akhir kata kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak yang mahu menerima, mempelajari, mengajarkan dan menyebarkan ringkasan ini.



**Selamat Belajar**
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar