Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 17 Maret 2014

(sumber gambar : 
http://auliyarahmawati.files.wordpress.com/2010/12/positive_thinking1.jpg)

A : Mas jomblo ya ?

B : Gak kok saya calon banyak isteri


A : Mas gak laku-laku ya ?
B : Ya sih sebenarnya banyak yang mahu sama saya namun sayanya saja lagi  tak mahu

A : Mas IP nya kecil ya ?
B : Ya sih tapi itu kebetulan saja biasanya 4,00 tapi krs nya sampai saat ini belum menampilkan angka tsb, mungkin salah koding 

A : Mas orang gak mampu ya ?
B : Ya sebenarnya sih saya mampu tapi saya tak mahu pamer saja

A : Mas orang kampung ya ?
B : Ya iya dong masa iya iya aja, ya saya memang org kampung karena kakek saya dari kampung iaitu kampung akhirat tepatnya dari Surga

A : Mas Anda gak mungkin dapat jodoh, siapa lagi yang mahu sama Anda ?
B : Emangnya Anda Tuhan yang mengaturngatur perjodohan

Bangunlah postivisme pikiran termasuk dalam membangun negeri kita ini khususnya Indonesia, bertanyalah kepada asumsi-asumsi yang beredar sekarang. 

1). Apakah benar minyak bumi akan segera habis dan sudahkah dieksplorasi ke seluruh daerah ttg potensi minyak bumi dn brg tambang lainnya ?
2). Apakah benar satwa-satwa yang dikategorikan akan punah akan punah secara nyata atau memang seharusnya punah ?
3). Apakah benar dengan menjual local value yang masih mengandung kanibalisme, tahayul, dsb bisa memajukan bangsa?
4). Apakah masih ada potensi lain yang sebenarnya lebih tinggi dari nilai yang ada seperti bisa jadi ada spesies herba yang selembarnya saja melebihi harga sekubik ulin ?

Pikirkanlah
Sebenarnya apa yang kita khawatirkan
Bagaimana dengan negara tetangga kita yang sekecil Banten yang masih banyak pasar Tradisional dan penduduknya sangat sedikit tapi bisa maju sangat
Sebenarnya untuk apa kita membangun gedung-gedung tinggi, mal-mal tinggi dan megah kalau ujungnya hanya untuk kegensian belaka
Apakah hidup kita hanya untuk kegengsian 
Bertanyalah
Jawaplah


Sekian
inilah yang bisa keluar daripada hatiku di sore ini
maafkanlah apabila ada kesalahan karena maaf-maafan bukan hanya dihalal-bi halal....

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar