Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 21 Maret 2014

(Sumber gambar : http://www.onlinefreecomputers.com/wp-content/uploads/2012/12/Book-HD-Wallpapers9.jpeg)

Ilmu agama atau ilmu mengenai perkataan Allah, perkataan Rasul dan perakataan sahabat merupakan kebutuhan primer bagi kita semua. Ilmu agama terutama ilmu-ilmu yang berkaitan dengan akidah dan tata cara ibadah menjadi wajib ain untuk dipelajari oleh kita semua. Ilmu agama sesungguhnya merupakan cahaya, cahaya yang apabila digunakan akan membantu kita melewati jalan kehidupan ini menuju keselamatan. Semakin banyak cahaya maka insyaAllah kita  akan semakin selamat mengarungi hidup ini.

Kamis, 20 Maret 2014

(Sumber gambar : http://halo.bungie.net/images/games/Halo3/wallpapers/h3icon_1600.jpg)

Bismillah

Sebagian besar sesuatu di dunia memiliki tingkatan-tingkatan yang menunjukkan kualitas maupun kuantitas seperti halnya orang yang berpuasa yang terdiri dari tiga tingkatan dari mulai yang terendah sampai yang tertinggi yaitu orang puasa yang hanya menahan lapar dan haus, orang puasa yang menahan lapar dan haus  serta beribadah di dalamnya dan orang puasa yang mempuasakan seluruh anggota tubuhnya hanya untuk ketaatan kepada Allah semata.
(Sumber gambar : http://gaby.fachrul.com/img/flowerwallpaper/flower-wallpapers/next-previous1920-x-1080-135-kb-jpeg-x.jpg)

“Ah” terucap dari mulutku yang durhaka. Aku mencaci ibunda, aku membentaknya dan membuatnya terdiam tanpa kata. Di akhir senja setelah maghrib tiba seolah hati terasa marah kepada ibunda akan keinginan yang tak diizinkannya. Maghrib usai aku berbalik ke rumah ibunda, aku bercakap pada ibunda, aku bercakap halus pada awalnya namun akhirnya aku bercakap keras padanya. Aku bercakap seperti mencelanya, aku mencacinya, aku gila masa itu, aku tak sedarkan diri sedang bercakap  apa .
(Sumber gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguynMbShI9FiW4B40OBTirjxE25VKxFTApNwQuw1QW7-sEYGPagR0kFFg8T8dsVi4vc_2BzH54jhExi3jjfYEa3ZrGc4oIkUXC2nHhW5cmYc6p8iYviM1XEb08mJ9vAWpApOpoIKY73hY/s1600/IMG-20131103-00985+copy.jpg)

Bab IV. Adaptasi dan Aklimatisasi

1). Satwaliar yang ditangkap dari alam tentu memerlukan adapatasi dan aklimatisasi ketika sudah sampai di penangkaran karena kondisi penangkaran berbeda dengan alam.

2). Adaptasi merupakan penyesuaian satwaliar terhadap kondisi air, pakan, luas areal dan sebagainya sedangkan aklimatisasi merupakan penyesuaian satwaliar terhadap kondisi iklim dan cuaca. Adaptasi terdiri dari : 1). Adaptasi perilaku, 2). Adaptasi fisiologis (ex : mimikri), 3). Adapatasi morfologis ( ex : perubahan ketajaman paruh karena perbedaan pakan).

Selasa, 18 Maret 2014

Bismillah
Katanya teknologi buat kita mudah urusan namun kok anehnya semakin maju teknologi semakin ribet dan sibuk urusan kita, sadarkah kita sebenarnya kita sibuk ngapain sih ? 

(Source : http://fc00.deviantart.net/fs71/i/2011/067/f/8/mike_pc_stress_wallpaper_by_rekitteacher-d3b81u6.jpg)

(Sumber gambar : http://www.wisatamelayu.com/id/images/obyek/ob-jan-13-AlasPurwo-2.jpg)

Bab I .Pendahuluan

1). Satwa merupakan sebuatan bagi setiap jenis hewan, sedangkan satwaliar merupakan satwa yang memiliki sifat atau genetik liar, dan hewan ternak adalah satwaliar yang sudah didomestikasi.

Senin, 17 Maret 2014

(Sumber gambar : http://www.wallpaper4me.com/images/wallpapers/thelibrary-571786.jpeg)


1). Belajar ketika akan menghadapi ujian
2). Sering belajar namun tidak konsetrasi
3). Konsentrasi namun hanya sesekali belajar
4). Tidak belajar sama sekali
(Sumber gambar : http://funnysfoto.com/wp-content/uploads/2014/01/tv_show_fail-13405.jpg)

Sebuah artikel yang ku tulis dulu tepatnya tanggal 01 Juli 2012
Simaklah artikel berikut ini
Mencoba tapi gagal lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali karena dengan mencoba kita tahu hal baru dan mendapatkan pelajaran-pelajaran baru. Ciri orang yang gagal adalah mereka yang tidak mahu menanggung resiko yang besar dan ciri lain dari orang gagal adalah mereka yang menyerah terlebih dulu sebelum mencoba. Seorang yang sukses adalah mereka yang berani berbeda dari kehidupan khalayak, ya tentu berbeda dalam hal kebajikan sebagaimana berbedanya nabi Shallallaahu alaihi wa salam dengan kaum kafirin dan musyrikin di zamannya, beliau bertauhid sementara kebanyakan orang di zaman tersebut berbuat syirik. Seorang yang hanya ingin biasa-biasa saja hidupnya adalah mereka yang hanya sebagai pengekor budaya masyarakat dan takut melanggar budaya masyarakat yang buruk, dia diam dan tidak membenci budaya yang buruk, dan dia hanya seperti biasa dalam kehidupannya. Sungguh kritikan, celaan, dan segala ocehan-ocehan bagi orang sukses tidak akan menggoyahkan mereka, yang terpenting bagi mereka adalah berada di jalan yang benar menurut Allah dan rasulNya dan begitu pula pujian. Sesungguhnya kita adalah pemain sedangkan yang mengkritik,memuji, dan segala yang menanggapi kita adalah penonton, penonton hanya bisa mensuport atau pun mencela namun pemainlah yang bisa menentukan sendiri kesuksesannya di pertandingan.

 
(Sumber gambar : http://fc07.deviantart.net/fs26/i/2008/041/7/9/Old_book_cover1a_by_GeneralVyse.jpg)


Bab I. Pendahuluan
1). Ekologi berasal dari kata oikos dan logos. Oikos artinya rumah atau tempat tinggal dan logos adalah ilmu. Secara istilah ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan sesamanya serta dengan lingkungannya.

2). Ekologi hutan mengkaji mengenai hubungan timbale balik pada makhluk hidup yang tinggal di hutan dan bagaimana hubungannya dengan lingkungannya. Ekologi hutan merupakan ilmu  Intergratif ( Penghubung) yang menghubungkan antara ilmu dasar dengan ilmu terapan.Dalam kajian ilmu kehutanan contoh ilmu dasar adalah  dendrology, ilmu tanah, geografi tumbuhan, klimatologi , dsb lalu ilmu terapan contohnya Silvikultur, Pemanenan Hutan, Perencanaan Hutan, Pengelolaan Hutan, dsb.

3). Kajian Ekologi Hutan dibagi menjadi dua yaitu Autekologi dan Sinekologi. Autekologi mempelajari pengaruh satu faktor lingkungan terhadap satu atau lebih organism. Contohnya pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan Jati. Sementara itu Sinekologi mempelajari Ekosistem itu sendiri dan lebih kompleks dari Autekologi. Contohnya pengaruh keadaan iklim terhadap perbedaan komposisi dan struktur ekosistem hutan.
(sumber gambar : http://hidefwalls.com/wp-content/g/star/sky-star-wallpaper.jpg)

Bintang di langit begitu banyaknya
Namun anehnya mengapa aku hanya mengharap bintang itu saja yang menyinariku
Padahal bintang itu belum tentu mahu menyinariku
Aku berteriak bintang... bintang......sinari aku
Tapi bintang itu diam saja
(sumber gambar : 
http://auliyarahmawati.files.wordpress.com/2010/12/positive_thinking1.jpg)

A : Mas jomblo ya ?

B : Gak kok saya calon banyak isteri

Bismillah
Mendengar kata rekreasi, wisata dan ekowisata, apa yang akan terlintas pada pikiran kita ? Apakah kita akan diam membisu dan mengatakan, " Ah itu kan sama saja" atau bahkan ada segelintir di antara kita yang berkoar koar untuk memperjuangkan perbedaan di antara ketiga kata tersebut. Apa pun tanggapan kita akan tiga kata tersebut memang sesungguhnya tiga kata tersebut berbeda huruf dan juga berbeda definisi.