Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 23 Agustus 2015

                                               

Bismillah
Hidup dalam kesendirian, kemana-mana sendiri, apa-apa sendiri nampaknya merupakan sebuah kehinaan pada zaman ini apalagi kejadian-kejadian tersebut berada pada kehidupan kawula muda sehingga membuat mereka memiliki hasrat supaya hidup tidak dalam kesendirian. Akhirnya mereka bergaul dengan kawan-kawannya, mereka membuka cakrawala dan mereka menerima semua pemikiran yang membuat otak mereka menganggap bahwasanya kebenaran itu relatif, agama tidak penting dan yang penting menikmati kehidupan, terlebih lagi tren pergaulan yang semakin aneh, ketika ada pemuda sejenis berboncengan motor, naik mobil bersama, ke masjid bersama, dan selalu bersama disebut "HOMO", akhirnya ada sebagian pemuda yang malu untuk bersama-sama dengan kawan sejenisnya dan mengganti itu semua dengan berjalan bersama-sama lawan jenisnya. 

Bersama lawan jenis dalam ikatan ketidakpastian, ikatan yang penuh kekeondoran, ikatan yang tamparan perkataan dan dumelan menjadi makanan sehari-hari, tetapi anehnya ikatan tersebut harus tetap dijaga, bahkan ada yang merelakan tertunda tugas akhirnya demi membantu penelitian kekasih palsunya, demi cinta yang tak pasti. Hubungan kepalsuan itulah yang biasa dikenal dengan "Pacaran". Tren pacaran pada zaman sekarang ibarat suatu keharusan, orang yang tidak pacaran dikata tidak gaul, tidak mampu bermasyarakat, hina, masa depan suram, tidak ada penyemangat hidup dan bahkan dianggap orang kuno. Akan tetapi di balik cemoohan itu semua tetap saja ada suatu kelompok yang menentang pacaran. Mereka memberantas pacaran bukan lagi ke akar-akarnya bahkan sampai ke bakal bijinya, semoga kelompo tersebut Allah berikan pertolongan. 

Kehidupan mahasiswa yang jauh dari orangtua terkadang membuatnya kesepian, pergaulan dengan kawan nampaknya tidak cukup, perlu seseorang yang memotivasi, tetapi orang itu bukan orangtua, bukan juga ulama, bukan juga sahabat dekatnya, melainkan orang tersebut adalah lawan jenis yang dikaguminya. Motivasi darinya seolah cahaya benderang dari langit yang menenangkannya, kata-kata indah di penghujung sebelum rehat malam adalah belaian selimut baginya dan bersamanya dalam memegang sesuatu yang akan menjadi adzab adalah kehangatan penuh kenangan. Sungguh pacaran memang PENTING bagi mahasiswa, PENTING menurut madzhab syaithoniyyah, PENTING karena pacaran akan menimbulkan dosa di setiap saatnya, ketika sms-an, line-an, skypian, ask-fm-an, handytolkian dan apa pun itu maka di situlah zina lisan berlangsung yang berhujung pada zina hati dengan mengingat kenangan-kenangan kepalsuan tadi bersama mengingat kemolekan wajahnya, ketika berjumpa saling berpegang tangan, saling berpegang paha, kain kudung, rambut , leher dan telinga maka di situlah zina tangan dilangsungkan yang berhujung pada tegaknya kemaluan yang akhirnya akan membawa pada bayangan-bayangan zina akbar. Waktu berlanjut waktu akhirnya zina akbar dilakukan, kecelakaan pun terjadi, tidak ada penyesalan, hanya senyuman dan berkata "yok kita menikah saja", dimarahi orangtua biar sama-sama kita tanggung demi sebuah cinta, cinta kita bersama. Hiduplah dalam sebuah rumah tangga yang isinya hanya lagu-lagu, foto-foto badan berbentuk, video-video warna setelah hijau dan sebelum nila. Zodiak seolah menjadi pedoman, petuah dukun menjadi rujukan, sholat pun hanya ied dan jumatan, ketauhidan dilupakan, mobil mewah pun didambakan bagaimana pun caranya entah itu dengan riba atau penipuan. Tetapi di tengah rusaknya masih ada harapan semoga Allah menurunkan cahaya kepada mereka. 

Ketika ada yang menentang pacaran maka ejekan "sok suci" pun dilontarkan, ingatlah "sok suci" lebih baik daripada "sok maksiat",maksiat kok sok, bermaksiat kok bangga, aneh. 

Sekian 
Semoga bermanfaat
Allaahua'lam bis shawab.
Categories: ,

0 komentar:

Posting Komentar