Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 20 Juni 2014

                                 
(sumber gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEju0keKEU3zsgdYBnx2zvsRNrWV2nDIpvIJrOAoGQX-Tjq6RdWS0TWZRSRLiiSGkNbJDyy1m-f09mTRrelghvanZWwWyhDi0fd3REprwz8fRed_3B7fDgklacMlkQ9icdzyhi7Qwxsqv14q/s400/Desain_Tangga_Rumah_Mewah-14.jpg)

Bismillah
Tinggal beberapa hari lagi in sya Allah kita akan memasuki bulan Ramadhan. Bulan ketika kita diwajibkan untuk melaksanakan puasa. Bukan sebarang puasa, melainkan puasa yang teragung dan terbesar pahalanya yaitu puasa wajib yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam.

Sebagaimana kualitas kerja , puasa pun memiliki kualitas. Berdasarkan kitab Minhajul Qasidhin disebutkan bahwasanya terdapat tiga tingkat kualitas orang yang berpuasa puasa yaitu :

1). Puasa secara umum yaitu puasa hanya sebatas menahan perut untuk tidak makan dan minum serta menahan kemaluan untuk melampiaskan syahwat. Puasa ini sebatas mencegah dari hal-hal yang membatalkan puasa secara jasmani seperti mencegah makan dan minum serta mencegah keluarnya mani akibat pelampiasan syahwat.

2). Puasa secara khusus yaitu selain mengaplikasikan puasa secara umum juga menahan pandangan, lidah, tangan, kaki, pendengaran dan seluruh tubuh dari perbuatan dosa.

3). Puasa secara khusus dari yang khusus yaitu puasa hati dari hasrat-hasrat yang hina dan pikiran-pikiran yang menjauhkan dari Allah serta menahan diri dari hal-hal selain Allah secara keseluruhan. Puasa tingkat inilah yang menempati kedudukan termulia, di dalamnya terdapat aktivitas berupa mempuasakan diri kepada selain Allah, hatinya terjaga dari memikirkan yang selain Allah, perbuatannya terjaga dari perbuatan yang akan melalaikan  dan menjauhkan diri dari  Allah, dan segalanya hanya dipersembahkan dan diperuntukkan untuk Allah semata.

Sebagai orang normal tentu ada hasrat untuk meraih tingkat ketiga, namun bagaimana caranya ? Menurut saya caranya adalah dengan memiliki ilmu dan iman yang kuat, dengan memiliki ilmu kita akan tahu apa-apa saja yang bisa mendekatkan kita kepada Allah dan dengan iman kita akan tahu kepada siapa kita persembahkan amal-amal shalih. Memang sulit meraih kedudukan ketiga, namun apa salahnya untuk dicoba. Kegagalan dalam mencoba adalah wajar karena kita adalah makhluk yang selalu belajar, belajarlah dari kesalahan dan kekurangan untuk kebaikan ke depannya.

Sekian, semoga bermanfaat


Allaahua’lam bis shawab. 
Categories: ,

0 komentar:

Posting Komentar