Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 05 Agustus 2014

(sumber gambar : http://maxcdn.thedesigninspiration.com/wp-content/uploads/2010/02/Tipografia-Gelo-l.jpg)

Bismillah

Alhamdulillah pada hari ini saya bisa menulis lagi, bagaimana kabarnya kawan-kawan sekalian ? Semoga tetap sehat baik raga maupun jiwa. Berbicara tentang jiwa, tentu jiwa tak ubahnya seperti raga yang tentu akan terserang penyakit. Nah pada kesempatan ini saya akan membahas sedikit mengenai penyakit jiwa dan gejala-gejalanya.

Gangguan mental, penyakit mental atau penyakit jiwa merupakan pola psikologis atau perilaku yang berkaitan dengan stress atau kelaianan mental yang dianggap sebagai bagian dari perkembangan manusia. Gangguan mental disebabkan oleh beberapa sebab baik itu penyebab secara sosial budaya maupun secara biologis atau masalah dalam susunan syaraf itu sendiri. Penyebab sosial budaya bisa disebabkan oleh tekanan sosial, tekanan hidup, penderitaan hidup, dsb... dan susunan secara biologis bisa jadi disebabkan oleh bawaan gen yang mudah stress..

Sebagaimana sakit tipes, sakit jiwa pun ada tanda-tandanya. Sebagaimana yang dikutip dari web growupclinic (2013) tanda-tanda sakit jiwa adalah sebagai berikut :

a. Alam perasaan (affect) tumpul dan mendatar. Gambaran alam perasaan ini dapat terlihat dari wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi.
b. Menarik diri atau mengasingkan diri (withdrawn). Tidak mau bergaul atau kontak dengan orang lain, suka melamun (day dreaming).
c. Delusi atau Waham yaitu keyakinan yang tidak rasional (tidak masuk akal) meskipun telah dibuktikan secara obyektif bahwa keyakinannya itu tidak rasional, namun penderita tetap meyakini kebenarannya. Sering berpikir / melamun yang tidak biasa (delusi).
d. Halusinasi yaitu pengelaman panca indra tanpa ada rangsangan misalnya penderita mendengar suara-suara atau bisikan-bisikan di telinganya padahal tidak ada sumber dari suara/bisikan itu.
e.Merasa depresi, sedih atau stress tingkat tinggi secara terus-menerus.
f.Kesulitan untuk melakukan pekerjaan atau tugas sehari-hari walaupun pekerjaan tersebut telah dijalani selama bertahun-tahun.
g.Paranoid (cemas / takut) pada hal-hal biasa yang bagi orang normal tidak perlu ditakuti atau dicemaskan.
h.Suka menggunakan obat hanya demi kesenangan.
i.Memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup atau bunuh diri.
j.Terjadi perubahan diri yang cukup berarti.
k.Memiliki emosi atau perasaan yang mudah berubah-ubah.
l.Terjadi perubahan pola makan yang tidak seperti biasanya.
m.Pola tidur terjadi perubahan tidak seperti biasa.
n.Kekacauan alam pikir yaitu yang dapat dilihat dari isi pembicaraannya, misalnya bicaranya kacau sehingga tidak dapat diikuti jalan pikirannya.
o.Gaduh, gelisah, tidak dapat diam, mondar-mandir, agresif, bicara dengan semangat dan gembira berlebihan.
p.Kontak emosional amat miskin, sukar diajak bicara, pendiam.
q.Sulit dalam berpikir abstrak.
r. Tidak ada atau kehilangan kehendak (avalition), tidak ada inisiatif, tidak ada upaya usaha, tidak ada spontanitas, monoton, serta tidak ingin apa-apa dan serba malas dan selalu terlihat sedih.

Nah dari sekian tanda-tanda apakah kita mengalami salah satunya atau bahkan lebih dari satu atau bahkan semuanya ? Hmm.... apabila kita merasakan hal itu maka hendaknya kita perbanyak istighfar supaya hidup lebih tenang, memperbanyak dzikrullah, memperdalam ilmu-ilmu agama dan terus mendekatkan diri kepada Allah karena itulah obat yang paling efektif. Ingatlah sakit jiwa bisa diderita siapa saja, maka itu apabila kita stress maka kembalilah kepada Allah, apabila hidup kita tertekan maka serahkanlah segala urusan kepadaNya.

Sekian semoga bermanfaat.........

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar